Detail Cantuman Kembali

XML

pengaruh jumlah lamina terhadap nilai kuat tarik laminasi bambu menggunakan metode FEM (finite element method)


Kapal laminasi berbahan bambu, menjadi alternatif pengganti kapal kayu yang secara teknis memenuhi aspek kekuatan kapal berbahan kayu utuh. Dalam Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) tentang Peraturan Kapal Kayu, disebutkan nilai kuat tarik sejajar dan tegak lurus serat, dengan ketentuan tebal tiap lamina tidak boleh melebihi 20 mm dengan tebal masing-masing lamina tidak boleh melebihi 30% dari total keseluruhan. Oleh karena itu, perlu adanya suatu penelitian mengenai pengaruh jumlah lamina terhadap nilai kuat tarik dari laminasi bambu. Penelitian ini berbasis Finite Element Method (FEM) dengan menggunakan nilai engineering constant yang diperoleh dari penelitian sifat mekanika laminasi bambu betung. Dengan variasi jumlah 3, 4, 5, 6, dan 7 lamina, diperoleh hasil variasi 7 lamina memiliki nilai kuat tarik sejajar serat dan tegak lurus serat tertinggi dengan persamaan Y = 3,2684Ln(x) + 192,5 untuk sejajar serat, dan Y = 0,0424Ln(x) + 2,6342 untuk tegak lurus serat, dengan X adalah jumlah lamina. Lalu dengan menggunakan analisa uji Kruskal-Wallis, nilai Asymp sig pada simulasi ini memiliki nilai kurang dari 0,05 yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan signifikan antara pengaruh jumlah lamina terhadap nilai kuat tarik simulasi uji kuat tarik sejajar dan tegak lurus serat.
621.20.16 Sut p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2020
Surabaya
xii, 77 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...